Monday, June 10, 2019

Potensi Kehutanan Kabupaten Kepulauan Sula

Kepulauan Sula
Potensi kehutanan di Kabupaten Kepulauan Sula berupa hutan alam yang berdasarkan Peta Paduserasi RTRWP dengan TGHK memiliki luas hutan 471.951,53 Ha yang terdiri dari Hutan Lindung 46,426,70 Ha, Hutan Suaka alam 12.683,53 Ha, Hutan Produksi Tetap 24.250,00 Ha, Hutan Produksi Terbatas 55.014,00 Ha, Hutan Produksi dapat dikonversi 281.077,70 Ha, Areal Penggunaan Lain 52.499,60 Ha.

Pertanian Kabupaten Kepulauan Sula

Pertanian Kabupaten kepulauan Sula

Menurut data dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula, pengembangan pertanian tanaman pangan meliputi sayur-sayuran, kacang tanah, ubi kayu dan ubi jalar. Sedangkan pengembangan agrowisata untuk komoditas buah-buahan meliputi durian, langsat, mangga dan manggis. Sampai dengan tahun 2005 luas lahan untuk usaha pertanian tercatat 24.743,56 Ha dengan produksi sebesar 33.608,62 ton per tahun.

Berkunjung ke Pantai Wai Ipa

Pantai Wai Ipa

Pantai Wai Ipa merupakan salah satu objek wisata yang terdapat di Kepulauan Sula, Khususnya Kecamatan Sanana.
Dikutip dari blog sulabesiku, di Pantai Wai Ipa pemandangan lautnya sangat indah, air yang jernih dengan batu-batu kerikil di pinggiran pantai yang menambah indah panorama Pantai Wai Ipa, biasanya Pantai Waiipa Banyak Pengunjungnya Pada akhir pekan, terutama pada hari Sabtu dan Minggu. Sebagai Hiburan bagi masyarakat setempat, jaraknya yang hanya beberapa meter dari rumah warga sehingga  lokasi wisata Pantai Wai Ipa menjadi sangart mudah di akses dari Pusat Kota. Ada juga Wisatawan Asing yang datang berkunjung di lokasi Wisata ini sekedar untuk mengetahui dan melepas lelah di Pantai Wai Ipa.
Pisang Goreng dan Sambal
Di Pantai Wai Ipa juga tersedia kuliner khas Kepulauan Sula atau Maluku Utara pada umumnya, yang disediakan di kedai-kedai makanan dan minuman yakni pisang goreng dan Air Guraka , yang menjadi kuliner Khas di Lokasi wisata ini. Dengan merogoh kocek sekitar  30.000 rupiah, sudah bisa menikmati jajanan ini 1 paket air guraka+pisgor/es kelapa muda dan masih banyak lagi jajanan yang berasal dari masyarakat Desa Waiipa atau dari warga desa tetangga.
Dengan suasana yang masih pedesaan jauh dari keramaian ibu kota kecamatan,  cocok dijadikan sebagai tempat bersantai saat ketika berkunjung di Kota Sanana.


Perekonomian Kepulauan Sula

Kepulauan Sula merupakan daerah agraris, khususnya perkebunan. Dari tanah Sula dihasilkan kelapa, cengkih, pala dan kakao. Selain itu ada pula produk tanaman pangan seperti padi ladang, ubi kayu dan ubi jalar yang produksinya tergolong besar. Pulau Sulabesi dan Pulau Mangoli sebagai dua pulau besar yang terdapat di Kabupaten Kepulauan Sula dengan penghasilan komoditas perkebunan lain seperti; cengkih, kelapa, pala dan kakao.

Selain hasil bumi dari daratan, Sula masih menyimpan potensi lain, baik dari laut maupun yang masih terpendam di dalam bumi. Mata pencaharian penduduk yang utama selain berkebun memang mencari ikan karena eperti wilayah lain yang termasuk Kepulauan Maluku, Sula juga dicirikan dengan potensi hasil lautnya. Luas lautan mencapai kurang lebih 14.500 km² atau 60% dari total wilayahnya dan secara geografis mengelilingi wilayah-wilayah daratannya sehingga bisa dikatakan kabupaten ini menyimpan potensi perikanan yang cukup besar.

Potensi sumber daya alam dari Kabupaten Kepulauan Sula meliputi pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, kelautan, pertambangan, industri dan pariwisata. Potensi unggulan pada saat ini bertumpu pada sektor kehutanan dan perikanan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah Kabupaten Kepulauan Sula.

Kenali Kabupaten Kepulauan Sula

https://petatematikindo.files.wordpress.com/2014/08/administrasi-kepulauan-sula-a1-1.jpg
Kabupaten Kepulauan Sula

Kabupaten Kepulauan Sula merupakan salah satu kabupaten di provinsi Maluku Utara, Indonesia. Ibu Kota Kabupaten Kepulauan Sula adalah Sanana yang terletak di Pulau Sulabesi. Secara geografis, Kabupaten Kepulauan Sula berada paling Selatan di wilayah Provinsi Maluku Utara. Jarak dari Kota Ternate, ibu kota provinsi ke Kabupaten Kepulauan Sula berkisar 284 km yang dapat ditempuh melalui penerbangan udara dan/atau menggunakan kapal laut. Kabupaten Kepulauan Sula pada awalnya menjadi bagian dari Kabupaten Halmahera Barat, bersama-sama dengan Kabupaten Halmahera Utara dan Kabupaten Halmahera Selatan namun pada tanggal 31 Mei 2003 Kabupaten Kepulauan Sula dimekarkan dengan dasar hukum UU RI Nomor 1 Tahun 2003.Pada tanggal 14 Desember 2012 Kabupaten Kepulauan Sula mengalami pemekaran dua kabupaten yaitu Kabupaten Kepulauan Sula dan Kabupaten Pulau Taliabu.